

Team dosen dari Program Studi Digital Public Relations, Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial, Telkom University melaksanakan kegiatan penelitian terkait Tingkat Literasi di Kota Jogjakarta dan Kota Bogor.
Kegiatan yang dilaksanakan selama kurun waktu 2025 ini menghasilkan beberapa hal penting yang terkait dengan pengembangan literasi di Indonesia. Meskipun peringkat literasi di Indonesia masih dalam kategori rendah di dunia, seperti data yang diungkapkan oleh UNESCO bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan yakni hanya 0,001%. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan oleh Yusran (2024) memperlihatkan sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dimana hanya sekitar 10% penduduk Indonesia rajin membaca buku. Meski demikian, menurut penelitian Purniawati (2025) bahwa dalam Tingkat literasi di Indonesia, Kota Bogor ada pada peringkat 1 yaitu 91,79 poin, dan Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Yogyakarta sebesar 83,99 poin.
Untuk itulah maka team peneliti dari Tel-U yang terdiri atas Dr. Tita Melia Milyane, Muhammad Al-Assad Rahimakumullah, dan Muhammad Rio Fariza melaksanakan penelitian ini.
Dalam penelitian ini terdapat beberapa hal yang menarik yaitu di kota Bogor, peningkatan literasi Masyarakat melalui kolaborasi dengan komunitas pendongen dan juga adanya program Wisata Pustakaloka yaitu program kunjungan dari rombongan anak sekolah. SD, TK, atau SMP sekitar 1-3 sekolah yang dilaksanakan setiap harinya, juga ada program storytelling.
Sedangkan di kota Jogja, terdapat program perpustakaan anak dan parenting, gantari (pusat unggulan naskah kuno) dan layanan pesan antar buku bagi masyarakat yang membutuhkannya. Hasil penelitian juga melihat bahwa terdapat sinergi yang kuat dalam internal dinas arsip perpustakaan Kota Bogor dan Jogja, serta penguatan kolaborasi dengan Lembaga-lembaga lainnya termasuk dibentuknya taman baca yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat.
Dalam hal ini, budaya kota Jogja yang kuat dapat dengan mudah menggerakkan warganya untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Jogja, baik kegiatan yang berbentuk online maupun offline.
Keunggulan lain dari kedua sassaran penelitian ini adalah telah dilakukannya digitalisasi dalam hal layanan perpustakaan, seperti pendaftaran anggota perpustakaan secara online dan layanan pinjam online.
Kedua Dinas perpustakaan ini juga sering mengadakan acara off air yang melibatkan masyarakat luas dan khusus untuk pelajar seperti diskusi buku, seminar parenting, pelatihan menulis, praktek literasi terapan dan lomba membaca cepat dan sebagainya. Keberhasilan Dinas Arsip Perpustakaan Kota Bogor dan Kota Jogja dapat dijadikan rujukan bagi daerah-daerah lainnya yang masih rendah tingkat literasi membaca dan Tingkat kegemaran membacanya.







